Thursday, December 30, 2010

AROUND US..!!

This is my college project. I think this man is so inspiring and hey, why don't I share this on my blog?
So, I hope this man can inspire you as well as he has inspired me

Rasa Syukur Seorang Penjual Gorengan Keliling

Rastam merupakan seorang penjual gorengan asal Gresik berumur 70 tahun. Tanpa mengenal rasa lelah, ia menjinjing dagangannya keliling wilayah Pademangan, Jakarta Utara, setiap malam untuk membiayai kebutuhan keluarganya di kampung. Berkat kegigihannya tersebut, ia dapat membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi, bahkan salah satu anaknya kini menjadi seorang perawat di sebuah Rumah Sakit ternama di Jakarta.

Sebelum menjadi seorang penjual gorengan keliling, Rastam merupakan seorang petani di kampungnya, yaitu desa Syailendra, Gresik, Jawa Timur. Namun karena pesatnya laju pembangunan di Indonesia, bertani tidaklah lagi menjadi mata pencaharian yang menguntungkan, apalagi ia memiliki seorang istri dan empat orang anak yang harus dibiayai kebutuhannya. Maka, setelah sembilan bulan bertani dan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali, ia beserta keluarganya memutuskan untuk merantau ke Jakarta, dengan harapan bisa mendapatkan peruntungan yang lebih baik daripada di desa.

Ternyata ia menyadari bahwa mencari nafkah di Jakarta ternyata tidaklah semudah yang ia pikirkan. Setelah mencoba beberapa pekerjaan, akhirnya ia pun memutuskan untuk menjadi seorang pedagang gorengan keliling. Hingga kini, ia sudah 15 tahun berjualan gorengan. Istrinya pun turut membantunya. Pagi-pagis ekali, istrinya sudah membelibaha-bahan untuk berjualan. Pada musim hujan, Rastam mulai menjinjing jualannya dan kompor minyak tanah keliling area perumahan sejak pukul 12 siang hingga pukul tujuh malam. Sedangkan pada musim panas, ia biasa berjualan hingga subuh. “Biasanya kalau musim hujan, cepat habis, cepat laku. Tapi kalau musim panas, jarang ada yang mau beli gorengan,” ujarnya.

Perkembangan zaman juga turut mempengaruhi penghasilan yang didapat oleh Rastam. Penghasilannya dari berjualan gorengan dulu lebih besar daripada sekarang karena bahan-bahan yang diperlukannya untuk berjualan kini lebih mahal. “Dulu zaman Pak Soeharto, penghasilan jauh lebih tinggi. Wah, kalau sekarang, minyak tanah aja sudah mahal sekali, Rp8.500,00 per liter.”

Dengan menjual gorengan Rp500,00,00 per buahnya, Rastam dapat membiayai kedua anaknya hingga perguruan tinggi. Ada rasa bangga dan bahagia yang terpancar dari tatapannya ketika ia menyatakan bahwa puteranya kini merupakan seorang marinir, sedangkan puterinya berhasil menjadi seorang perawat di sebuah Rumah Sakit terkemuka di Jakarta.

Walaupun penghasilnnya jauh di bawah taraf rata-rata, Rastam mengaku bahwa ia sudah sangat bersyukur dan tidak berniat untuk mengganti pekerjaannya lagi. Ia menyatakan kebahagiaannya karena walau hanya dengan berjualan gorengan, ia telah dapat menyekolahkan semua anak-anaknya dan dapat melihat anak-anaknya sukses.

Rastam, seorang penjual gorengan keliling, tiap hari menjinjing jualannya, tanpa mengenal lelah. Rastam telah menyadarkan kita bahwa masih ada banyak orang yang keadaannya jauh lebih memperihatinkan di bawah kita. Ia juga telah mengajari kita semua untuk terus bersyukur dengan kehidupan yang kita miliki saat ini.



CLICK HERE TO SHARE THIS POST TO FACEBOOK

Reactions:

No comments: